mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
Dukungan Terhadap Pasangan ANSHAR Terus Mengalir Hingga Wilayah Paling Tepi UAS – Hairan Uji Swab Sebagai Persyaratan Pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati

Home / Berita

Minggu, 9 Agustus 2020 - 08:16 WIB

Pilkada Serentak Momentum Menerapkan Kembali Pancasila

Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia

Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia

JAKARTA – Perbedaan pandangan politik yang mampu merusak persatuan di masyarakat, seperti tertera di sila ketiga Pancasila yakni Persatuan Indonesia, dikhawatirkan akan muncul dalam gelaran Pilkada Serentak 2020.

Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia mengatakan pilkada serentak yang digelar di tengah pandemi Covid-19 justru dapat menjadi momentum untuk kembali menerapkan Pancasila yang mulai jarang dibicarakan di masyarakat.

“Ini sebetulnya momentum untuk merubah semua tata cara dalam semua aspek kehidupan termasuk masalah ideologi. Jadi kalau selama ini kita menilai bahwa Pancasila ini masih terasa kurang sekarang dalam pembicaraan, inilah momentumnya saatnya kita membicarakan itu. Karena semua kita lupakan yang lalu, kita kembali ke nol sekarang dalam membangun tatanan baru atau new normal,” ujar Doli, Sabtu (1/8/2020).

Doli melihat demokrasi hanyalah alat untuk mencapai tujuan besar negara Indonesia yakni menciptakan masyarakat adil, makmur, dan sejahtera. Sehingga pilkada serentak yang merupakan kontestasi demokrasi harus dipergunakan sebaik-baiknya dan relevan dengan tujuan bangsa tersebut.

BACA JUGA :  Lagi, Tambah Kekuatan UAS - Hairan Kukuhkan Tim Kemenangan di Merlung

“Nggak mungkin kita bisa mencapai masyarakat yang makmur kalau kita tidak bersatu, kalau kita tidak solid. Oleh karenanya itu (persatuan, – red) adalah salah satu yang harus kita jaga di dalam pilkada serentak ini,” kata dia.

Pilkada serentak mendatang juga dilihat akan fokus kepada satu masalah yakni bagaimana melawan atau menuntaskan masalah pandemi Covid-19. Karenanya, Doli sepakat apabila dalam kampanye nanti, tema yang diusung oleh bakal calon adalah bagaimana mereka bisa membangun optimisme dan membangun kebersamaan untuk melawan Covid-19 serta keluar dari krisis yang ditimbulkannya.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo mengatakan pandemi Covid-19 harus dijadikan sebuah perdebatan dan agenda untuk mencari calon kepala daerah. Romo Benny menilai masyarakat mencari pemimpin yang bisa memenuhi harapan dan memberikan solusi akibat terdampak Covid-19.

BACA JUGA :  How to Stay Hydrated Like a Pro All Summer

“Pilkada ini ajang kompetisi, adu program, adu gagasan, bagaimana menyelesaikan persoalan-persoalan pandemi Covid-19 karena daerah-daerah juga merasakan. Jadi ini sebenarnya alat ukurnya cukup menjadi kuat, bagaimana Pancasila itu tidak hanya menjadi dasar negara tetapi Pancasila menjadi praktis dalam kebijakan politik kepala-kepala daerah itu,” kata Romo Benny.

Sementara itu, Doli mengatakan tema-tema tentang SARA yang biasa muncul dalam tiap perhelatan kontestasi politik dan memecah belah tidak akan digubris masyarakat.

Ketika ada bakal calon yang masih membawa tema SARA, dia meyakini hal tersebut akan menjadi bumerang bagi mereka. Karena masyarakat akan lebih fokus dengan solusi yang ditawarkan terkait pandemi.(Tribunnews.com)

Share :

Baca Juga

Berita

Anwar Sadat Pastikan Berpasangan dengan Khairan Maju di Pilbup Tanjab Barat

Berita

Forget That Facelift – “Wrap” Your Face into Shape

Berita

Jelang HUT RI ke-75, Nelayan Tanjabbar Kibarkan Seribu Bendera Dilaut

Berita

Kantongi Rekomendasi PAN, Anwar Sadat – Hairan Siap Berlayar

Berita

Did You Know Your Eye Makeup Could Be Making You Sick?