mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
Pandemi Covid 19, Haul Syekh Abdul Qodir Jailani di Ponpes Al Baqiatush Shalihat, di Gelar Secara Virtual KPU Tanjab Barat Tetapkan Uas – Hairan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Pilkada Serentak 2020 Wabup Hadiri Sertijab, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kuala Tungkal Dapatkan Suntikan Vaksin Covid 19, Karteria Ini yang Harus Dipenuhi Sosok Wanita Muda Ini Bakal Gantikan Posisi Hairan Menjadi Anggota DPRD Tanjab Barat

Home / Berita

Senin, 21 Desember 2020 - 18:48 WIB

Aisyah, Balita Pengidap Kelainan jantung Butuh Bantuan Biaya Pengobatan

TANJAB BARAT – Aisyah Nazwa Oktari, perempuan kecil yang cantik nan mungil berusia 1 tahun 6 bulan tampak masih bisa tertawa dan tersenyum ketika di kunjungi beberapa waktu lalu.

Dibalik tawa dan senyum yang terpancar dari bibir nya, Aisyah menyimpan rasa sakit karena penyakit yang Ia derita dari Kecil.

Aisyah merupakan putri kedua dari pasangan Nur azizah dan Muhammadiyah. Aisyah di vonis mengalami penyakit Kelainan jantung Bawaan Kompleks. Kedua orangtuanya tidak menyangka sama sekali jika Aisyah harus mengalami penyakit kelainan jantung.

Selama proses kehamilan sang istri, Muhammadiyah selalu rutin melakukan pengecekan kehamilan ke dokter kandungan. Bahkan hingga proses kelahiran dikatakan Muhammadiyah tidak ada suatu keanehan pada tubuh Aisyah yang lahir secara normal tersebut.

“Kita selalu cek kondisi kandungan istri ke dokter kandungan, di USG juga dan tidak ada yang aneh. Semua normal, berat badan juga normal pas lahiran, beratnya 2,5 kilo gram,” ungkapnya.

Muhammadiyah dan istrinya baru melihat ada keanehan ketika Aisyah memasuki usia enam bulan. Bercak biru pada bagian tubuh Aisyah mulai timbul, tidak hanya itu, nafas Aisyah juga mengalami sesak, dan kemudian Aisyah tidak aktif seperti anak seusia pada umumnya.

“Jadi terdeteksi ini waktu usia 6 bulan. Tegakan kepala sendiri tidak bisa, terungkup juga tidak bisa. Jadi curiga kita, ruam-ruam biru juga sudah muncul dengan bibir dan kuku membiru,” ucapnya.

BACA JUGA :  Satu Orang Pasien Suspek Covid-19 Meninggal di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal

Keanehan tersebut membuat Muhammadiyah dan istri khawatir terhadap kondisi Aisyah. Kemudian keduanya memutuskan untuk membawa Aisyah ke RSUD Daud Arif Kuala Tungkal. Berdasarkan pemeriksaan dan dilakukan Ronsen dengan hasil dinyatakan ada pembengkakan jantung dengan diagnosa TOF (Tetralogy of Fallot).

“Kaget kita karena memang dari keluarga kita juga tidak ada riwayat, hasil-hasil USG normal. Jadi kaget pas di kasih tau kalo anak saya ada penyakit pembengkakan jantung,”katanya.

Setelah itu, atas saran dari pihak RSUD Daud Arif, Muhammadiyah kembali membawa anaknya ke RSUD Raden Mattaher Jambi untuk dilakukan pemeriksaan Eco Jantung. Hasilnya Asiyah harus menjalani operasi dan tidak bisa dilakukan di Jambi.

“Jadi disarankan untuk ke Jakarta melakukan operasi. Kemarin ada sempat satu bulan kita ke Jakarta. Lakukan pemeriksaan di RS Jantung harapan kita. Jadi di lakukan pemeriksa MST SCAN, sekitar September lalu,” katanya lagi.

Sementara itu, di sampaikan oleh Muhammadiyah pada awal November pihaknya mendapatkan telepon dari RS untuk melakukan operasi. Namun, karena kendala biaya, pihaknya belum bisa ke Jakarta.

“Kita belum ada biaya. Karena bulan kemarin saja kita habis hampir Rp20 juta selama satu bulan di Jakarta. Itu aja kita pakai uang minjam dan sekarang juga belum di bayarkan. Kemarin itu hanya pemeriksaan, kalo operasi ini pasti lebih mahal lagi,” ujarnya.

BACA JUGA :  Sejumlah Personel Polres Tanjab Barat di Rapid Tes

Soal biaya kata Muhammadiyah juga tidak dijelaskan secara rinci oleh pihak rumah sakit. Selama pengobatan pihaknya menggunakan BPJS, namun tidak semuanya tercover oleh BPJS. Karena kata Muhammadiyah ada beberapa obat dan tindakan yang di luar tanggungan BPJS.

Selain soal biaya, Muhammadiyah juga terkendala dari kondisi Aisyah yang tidak mengalami pertumbuhan berat badan. Selama ini, Aisyah harus rutin mengkonsumsi susu khusus untuk menambah nutrisi untuk tubuhnya. Namun hingga saat ini berat badan Aisyah tidak bertambah.

“Ini juga susunya khusus tinggi kalori yang sebulannya menghabiskan 8 kaleng yang satu kalengnya Rp 170 ribu. Ini juga sudah dua bulan tidak naik-naik tubuhnya, sementara kalo operasi juga berat badan harus ideal,” tambahnya

Saat ini kata Muhammadiyah, Saat ini total biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 50 juta. Pekerjaan Muhammadiyah dan Istrinya yang hanya sebagai tenaga honorer, tidak mencukupi untuk biaya berobat Aisyah dan saat ini membutuhkan biaya.

“Kita hanya bisa berharap dan menunggu ada bantuan dari pihak yang bisa membantu kami. Karena memang biaya pengobatan yang cukup besar,”tukasnya.

Bagi para dermawan yang ingin menyumbangkan sedikit rezekinya silahkan klik link dibawah ini.

https://kitabisa.com/campaign/aisyapejuangtof

Share :

Baca Juga

Berita

Wabup Hadiri Sertijab, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kuala Tungkal

Berita

Bappeda Tanjabbar Gelar Forum TJSLP 2020 Secara Zoom Meeting

Berita

Unggul Jauh Hitungan Cepat, UAS: Terima Kasih Banyak Semuanya,Insyah Allah menuju Tanjung Jabung Barat Lebih Berkah

Berita

Pilkada Serentak Momentum Menerapkan Kembali Pancasila

Berita

Sejak 2005 Jadi Temuan BPK, 148 Kasus di Tanjabbar Tak Selesai Digarap Inspektorat

Berita

Dapatkan Suntikan Vaksin Covid 19, Karteria Ini yang Harus Dipenuhi

Berita

Melayat KH. Abdullah bin Syekh Abdul Wahab, UAS: Beliau Paman Sekaligus Ayah Kami yang Baik

Berita

Jelang Natal dan Tahun Baru Polres Tanjab Barat Perketat Kedatangan Penumpang Melalui Jalur Laut