mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
Pandemi Covid 19, Haul Syekh Abdul Qodir Jailani di Ponpes Al Baqiatush Shalihat, di Gelar Secara Virtual KPU Tanjab Barat Tetapkan Uas – Hairan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Pilkada Serentak 2020 Wabup Hadiri Sertijab, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kuala Tungkal Dapatkan Suntikan Vaksin Covid 19, Karteria Ini yang Harus Dipenuhi Sosok Wanita Muda Ini Bakal Gantikan Posisi Hairan Menjadi Anggota DPRD Tanjab Barat

Home / Tanjab Barat / Tradisi

Minggu, 30 Agustus 2020 - 19:25 WIB

10 Muharram Pembuat dan Memakan Bubur Asyura Insya Allah Mendapatkan Keberkahan

Tanjab Barat – Memperingati 10 Muharram masyarakat Tanjab Barat selalu melakukan pembuatan bubur Asyura yang merupakan tradisi secara turun temurun.

Pembuatan bubur Asyura merupakan tradisi yang sudah dilakukan oleh Masyarakat Tanjab Barat yang didominasi oleh para perempuan  secara bergotong-royong membuat bubur ini.

Seperti yang di lakukan anak anak santri di Ponpes Al Baqiatus Shalihat di Kuala Tungkal yang berlokasi di jalan Prof Dr Sri Soedewi. MS SH, Kelurahan Sungai Nibung, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Terlihat dilokasi, Kekompakan puluhan anak anak santri perempuan ini secara bergotong royong dalam pembuatan bubur Asyura. Sabtu (29/08/20).

BACA JUGA :  Hindari Keramaian dan Jaga Protokol Kesehatan, KPU Minta Paslon Batasi Bawak Masa

Membuat bubur Asyura ini anak anak santri ini dibagi dalam beberapa kelompok ada yang memotong rempah rempahan seperti berbagai jenis sayuran, ada juga yang mencincang ayam. Sebagai bahan untuk pencampur bubur.

Bermacam ragam bahan jenis sayuran dalam pembuatan bubur Asyura, kira-kira ada yang sebagian sampai 40 macam bahan dicampur dalam satu adonan dan jadilah bubur Asyura.

Hal Ini di ungkapkan pengasuh Pondok Pesantren Al Baqiatus Shalihat, H.Abdul Hakim bahwa Setiap tanggal 10 Muharram atau yang disebut dengan hari Asyura dan peringatan membuat bubur Asyura ini di ambil dari tradisi Kalimantan.

Ia juga mengatakan, tradisi itu berkembang sampai sekarang, tujuannya supaya orang yang makan bubur Asyura ini mendapatkan keberkahan dan keluasan rezeki dari Allah SWT.

“Di setiap 10 Muharram siapa yang membuat dan memakan bubur Asyura, “Insya Allah”  akan mendapatkan kemudahan rezeki oleh Allah SWT,” kata H.Abdul Hakim.

Katanya lagi, Karena campuran dalam pembuatan bubur itu banyak, otomatis belanjaan lebih dari hari hari biasanya.

“Di setiap10 Muharram di anjurkan berbelanja lebih dari hari hari biasanya,”pungkasnya.(4R)

Share :

Baca Juga

Pasar

Dibangun Milyaran Rupiah Pasar Kawasan Pedesaan Tidak Dimanfaatkan

Pilkada

Maju Calon Bupati, Ustadz Anwar Sadat: Amanah Masyarakat dan Panggilan Hati

Polres Tanjab Barat

Sejumlah Personel Polres Tanjab Barat di Rapid Tes

Kejari

Kejari Tanjabbar Limpahkan 10 Tahanan 

Kandidat

Terima B1-KWK Gerindra, UAS-Hairan Bertekad Menang Pilkada Tanjab Barat

Partai

Rayakan HUT Ke 22, DPD PAN Tanjab Barat Berikan Tali Kasih Ke Anak Panti Asuhan Aisyah

Partai

PKS Resmi Berikan Rekomendasi pada Pasangan Anwar Sadat-Hairan di Pilkada Tanjabbar

Partai

Sah, DPC Gerindra Tanjabbar Resmi Jadi Pengusung Pasangan Anwar Sadat dan Hairan